Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning merupakan pelanggan
tetap PT PLN dengan daya terpasang 197 kVA, yang merupakan konsumsi cukup
besar untuk memenuhi kegiatan pemakaian listrik pada gedung tersebut. Gedung
Rektorat Universitas Lancang Kuning terbagi atas 3 bagian, yaitu gedung bagian
Utama, gedung bagian Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan
(BAAK) dan gedung bagian Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Berdasarkan pemakain
Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) yang di gunakan pada saat beban penuh.
Pemakaian listrrik pada Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning bagian
Utama sebesar 452,76 kWh/hari, bagian BAAK 438,9 kWh/hari dan bagian FIB
448,14 kWh/hari. Penelitian ini menawarkan solusi untuk mengurangi pemakaian
listrik yang cukup besar dengan analisis perencanaan pembangkit listrik tenaga
surya on grid system. Dari hasil analisis perencanaan yang dilakukan, keluaran
daya photovoltaic pada Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning bagian
Utama menghasilkan sebesar 338,38 kWh/hari, bagian BAAK sebesar 180,5
kWh/hari dan bagian FIB sebesar 180,5 kWh/hari. Hasil dari keluaran daya
photovoltaic tidak sepenuhnya dapat mengurangi pemakaian listrik pada Gedung
Rektorat Universitas Lancang Kuning. Oleh karena itu, untuk memenuhi
kebutuhan pemakain listrik pada Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning
harus di back up oleh jaringan PLN. Bagian Utama memerlukan energi listrik dari
PT PLN sebesar 113,76 kWh/hari, bagian BAAK sebesar 258,4 kWh/hari dan
bagian FIB sebesar 267,64 kWh/hari.