Pada jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru sebagian besar
penyulang-penyulang yang ada sudah terintegrasi dengan sistem SCADA, namun
jika ditinjau dari segi infrastruktur pendukung terintegrasinya sistem SCADA
dengan jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru masih belum
maksimal, oleh karena itu dalam tugas akhir ini akan membahas mengenai evaluasi
kinerja sistem SCADA terhadap peningkatan keandalan jaringan distribusi PT.
PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Penggunaan SCADA (Supervisory Control and
Data Aquisition) pada jaringan sistem distribusi UP2D Pekanbaru sangat
berpengaruh kepada tingkat indeks keandalan SAIDI (system average interruption
duration index),SAIFI (system average interruption frequency index ) dan CAIDI
CAIDI (customer average interruption duration index), Indeks keandalan SAIDI
pada jaringan Distrbusi UP2D Pekanbaru mengalami penurunan dari nilai indeks
2.115 menit/pelanggan sebelum terintegrasi dengan SCADA menjadi 1.802
menit/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, sedangkan untuk
indek SAIFI mengalami penurunan nilai indeks 23,164 kali/pelanggan sebelum
terintegrasi dengan sistem SCADA menjadi 21,685 kali/pelanggan setelah
terintegrasi dengan sistem SCADA, untuk indeks CAIDI dari nilai indeks 85,805
menit/pelanggan sebelum terintegrasi dengan sistem SCADA, mengalami
penurunan nilai indeks menjadi 85,561 menit/pelanggan setelah terintegrasi dengan
sistem SCADA. Sistem Distribusi UP2D Pekanbaru mengalami peningkatan indeks
keandalan sistem Distribusi setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, dengan
parameter indeks SAIDI, SAIFI dan CAIDI, perhitungan analisis indeks SAIDI
yaitu sebesar 14,799% dan SAIFI sebesar 6,384%, sedangkan untuk indeks CAIDI
yaitu sebesar 0,337%.