Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PD. Tuah Sekata
Tahun 2020-2029, bahwa pengembangan sistem akan selesai pada tahun 2025 dan
direncanakan akan beroperasi penuh pada tahun 2026. Akibat adanya
pengembangan sistem tersebut akan terjadi perubahan aliran daya, rugi daya (power
losses) pada saluran dan tegangan terima setiap transformator distribusi. Untuk
mengoptimalkan sistem penyaluran tenaga listrik, yaitu dalam meminimalkan rugi
daya (power losses), maka perlu dilakukan pengaturan suplai atau aliran daya dari
pembangkit PT. RPE dan PT. Langgam Power melalui analisis aliran daya (power
flow). Penelitian ini menggunakan metode Newton-Raphson dengan validasi
Matlab (Matrix Laboratory). Berdasarkan hasil simulasi yang diperoleh, daya yang
harus disuplai oleh PT. RPE sebesar 3.328 MW dan 3.753 MVAr, PT. Langgam
Power sebesar 10 MW dan 6.654 MVAr. Total rugi daya pada sistem sebesar 320
kW dan 630 kVAr dengan persentase rugi daya aktif sebesar 2.473% dan rugi daya
reaktif sebesar 6.490%. Tegangan terima setiap transformator berkisar 19,56 kV21 kV, dimana hal ini masih berada dalam batas normal sesuai SPLN No.1: 1995,
yaitu +5% dan -10% dari tegangan nominal. Pada sistem, terdapat 9 buah
transformator yang 3 diantaranya mengalami overload dan sisanya mengalami
kritis. Kondisi ini membutuhkan perbaikan agar sistem dapat bekerja secara normal
tanpa adanya gangguan, yaitu dengan melakukan uprating transformator.