Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) merupakan hasil dari pengerukan perkerasan
jalan lama yang biasa digunakan sebagai urugan dan bahkan telah menjadi limbah
yang biasanya jarang dimanfaatkan. Material RAP yang tidak terpakai lagi dapat
digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan beton aspal baru dengan
peremaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan keawetan dari
oli bekas kendaraan bermotor sebagai bahan peremaja untuk RAP pada gradasi
campuran Lataston (HRS-WC) terhadap karakteristik Marshall, dan IRS. Tahapan
pengujian yaitu melakukan pengujian karakteristik material RAP. Hasil kadar
aspal optimum (KAO) terhadap agregat di dapatkan pada angka 7,24 %,
sedangkan kadar oli bekas optimum diperoleh angka 4,94% terhadap berat aspal
sebagai bahan peremaja RAP. Pengujian karakteristik Marshall dan IRS sesuai
spesifikasi Bina Marga tahun 2018. Hasil pengujian Marshall menunjukkan
bahwa seiring dengan banyaknya penambahan kadar peremaja oli bekas, maka
kemampuan campuran dalam menahan beban semakin menurun dan kelenturan
pada campuran semakin bertambah, sehingga mengakibatkan keawetan aspal
tersebut berkurang diwakili dengan pengujian IRS 30 menit dan 24 jam yang
menunjukkan nilai durabilitas diperoleh nilai 60,49 % pada campuran Lataston.
Akibatnya, nilai IRS belum memenuhi syarat dari Spesifikasi Bina Marga 2018
sebesar ≥90%, sehingga disimpulkan hasil pengujian yang dilakukan tidak
memenuhi syarat keawetan dan tidak dapat diterapkan di lapangan.