Lewati ke konten utama
THESIS

Repositori Institusi

Pemberian Pupuk Organik Cair Top G2 Terhadap Pertumbuhan Bibit Karas (Aquilaria Malaccensis)

Tanaman karas atau sering dikenal sebagai tanaman gaharu (Aquilaria
malaccensis) merupakan tanaman berkayu yang memiliki peluang pasar yang
sangat besar pada saat ini. Karas termasuk salah satu komoditi mewah yang
sangat menjanjikan dalam dunia bisnis. Budidaya karas dapat dilakukan dengan
berbagai cara yaitu generatif dan vegetatif. Secara generatif bibit diperoleh dari
biji yang tersedia dalam kawasan hutan, sedangkan secara vegetatif dapat
diperoleh melalui teknik pengcangkokan, stek pucuk dan kultur jaringan. Untuk
mengatasi kelangkaan karas maka perlu dilakukan pembudidayaan karas baik
pada lahan di dalam kawasan hutan maupun di luar. Pupuk merupakan material
yang ditambahkan pada media tanam atau untuk mencukupi kebutuhan hara
yang diperlukan sehingga mampu berproduksi dengan baik. Berdasarkan
senyawanya pupuk dibedakan menjadi 2 yaitu pupuk anorganik dan pupuk
organik. Top G2 adalah pupuk organik cair, dibuat dari bahan organik pilihan
(hewan dan tanaman) bukan berasal dari sampah / limbah, sehingga tidak
mengandung racun atau mikroba yang berbahaya bagi kesehatan, serta ramah
lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pupuk
organik cair Top G2 terhadap pertumbuhan bibit karas (Aquilaria malaccensis),
menganalisis dosis terbaik dari penggunaan pupuk organik cair Top G2 terhadap
pertumbuhan bibit karas (Aquilaria malaccensis). Penelitian ini dilakukan selama
3 bulan yaitu bulan Februari sampai April 2021. Penelitian ini dilakukan di
persemaian rumah kasa Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan metode Rancangan
Acak Lengkap non faktorial dengan faktor perlakuan dosis yang terdiri dari 5
taraf. Masing-masing taraf perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat
15 unit perlakuan, masing-masing unit terdiri dari 3 tanaman sehingga total
anakan karas yang harus disediakan sebanyak 45 individu. Data yang diproleh
pada penelitian ini diolah menggunakan analisis sidik ragam.
Berdasarkan hasil penelitian, Perlakuan pupuk organik cair Top G2 tidak
berpengaruh terhadap parameter pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun,
panjang daun terpanjang, panjang akar dan pupuk organik cair Top G2
berpengaruh terhadap parameter lebar daun terlebar pada bibit karas (Aquilaria
malaccensis). Tidak ada dosis yang paling optimal/terbaik untuk parameter
pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun, panjang daun terpanjang, panjang
akar sedangkan untuk parameter lebar daun terlebar dosis terbaik adalah 5
ml/liter.

Informasi Repositori
Jenis
Thesis
Informasi Detail
Tahun Terbit
Bahasa
id
ISSN
-
Last Updated
2024-03-30T02:51:07Z
Akses Artikel