Eucalyptus pellita merupakan salah satu jenis tanaman kehutanan cepat
tumbuh yang mempunyai potensi untuk dikembangkan di HTI. Pertumbuhan dan
hasil bibit sangat dipengaruhi oleh besarnya kebutuhan optimal akan unsur hara.
Dalam proses pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita harus dilakukan pemupukan
untuk tetap menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pupuk organik cair Top G2 adalah pupuk organik cair yang terbuat dari
bahan organik pilihan (hewan dan tumbuhan) dan dapat digunakan untuk
meningkatkan laju pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita. Namun pengaplikasian
pupuk yang sering digunakan pada umumnya ialah dengan mengunakan pupuk
anorganik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis respon bibit
Eucalyptus pellita terhadap pupuk organik cair Top G2 dan mengetahui
pemberian dosis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita.
Metode yang digunakan pada penelitian yaitu percobaan/eksperimen dengan
Rancangan Acak Lengkap (RAL), 1 faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan,
yaitu : Tidak dipupuk (Kontrol), 2,5 ml Top G2/l air, 5 ml Top G2/l air, 7,5 ml
Top G2/l air, dan 10 ml Top G2/l air. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali
sehingga diperoleh 20 unit percobaan, masing-masing unit percobaan terdiri dari 5
bibit, maka total 100 bibit. Penyusunan layout dilakukan dengan menggunakan
metode acak pada program Miscrosoft Excel. Data hasil penelitian ini dianalisis
dengan analisis sidik ragam (Anova) menggunakan software SPSS 20 dan uji
lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair Top G2
pada semua perlakuan menghasikan persentase tumbuh bibit Eucalyptus pellita
hidup mencapai 100%. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk
organik cair Top G2 berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi bibit,
pertambahan diameter bibit dan pertambahan jumlah daun bibit Eucalyptus
pellita. Perlakuan P4 (10 ml Top G2/l air) menghasilkan pertumbuhan bibit lebih
bagus dibanding dengan perlakuan dengan dosis yang lainnya.