Penelitian ini digunakan untuk melihat hubungan pengaruh fraud pentagon model terhadap financial statement fraud dengan islamic corporate governance sebagai variabel moderasi. Adapun variabel fraud pentagon model diukur menggunakan pressure (financial stability, financial target, external pressure), opportunity (ineffective monitoring, nature of industry), rationalization (pergantian KAP), competence/capability (pergantian direksi), dan arrogance (hubungan politik). Jurnal penelitian ini mengambil sampel sebanyak 10 bank umum syariah yang listing di otoritas jasa keuangan selama tahun 2015 – 2018. Adapun hasil dari artikel ilmiah ini adalah sebagai berikut: pressure (Tekanan) yang diukur menggunakan proksi financial stability dan variabel competence/capability yang di ukur menggunakan proksi pergantian direksi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Y (financial statement fraud), sedangkan variabel financial target, external pressure, ineffective monitoring, nature of industry, pergantian KAP, juga hubungan politik tidak memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap variabel Y (financial statement fraud). Sedangkan Islamic corporate governance mampu memoderasi hubungan antara fraud pentagon model terhadap variabel Y (financial statement fraud).