Setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh laba sebesar-besarnya dengan
menekan dan memperkecil biaya operasional. Biaya operasional dapat dikendalikan
dengan menyusun anggaran atas biaya operasional tersebut sehingga dapat dijadikan
dasar dalam pengeluaran-pengeluaran biaya yang memungkinkan untuk dapat diperkecil.
tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui anggaran biaya operasional telah
berfungsi sebagai alat pengendalian manajemen pada PT. Multy Mas Indo Pekanbaru.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif, dengan
maksud untuk membuktikan apakah anggaran operasional telah berperan sebagai alat
perencanaan dan pengendalian manajemen. Pada tahun 2019 secara keseluruhan biaya
operasional terjadi penyimpangan yang tidak menguntungkan (unfavorable) sebesar Rp.
232.564.500, selanjutnya pada tahun 2020 penyimpangan biaya secara keseluruhan
terjadi penyimpangan yang menguntungkan (favorable) dengan selisih sebesar
Rp.116.418.000. Pada tahun 2019 belum berperan sebagai alat pengendalian manajemen
karena masih terdapat penyimpangan atas biaya operasional yang artinya anggaran
tersebut belum bisa meminimalisir biaya operasional sehingga tidak terjadinya
penyimpangan yang tidak menguntungkan bagi perusahaan. Selanjutnya pada tahun 2020
dikatakan berperan, karena dengan menurunnya penyimpangan biaya operasional dari
tahun sebelumnya.