Potensi konflik di lokasi PT. Sekato Pratama Makmur sangat tinggi dengan ditandai masih
adanya kegiatan penebangan kayu alam tanpa izin (Illegal logging) dan perambahan lahan yang
dijadikan perkebunan sawit serta pemukiman penduduk, sehingga diharapkan dengan pemetaan
areal konflik ini menjadi identifikasi permasalahan awal dalam penyelesaian konflik. Penelitian
ini bertujuan untuk memetakan areal potensi konflik pada Perizinan Berusaha Pemanfaatan
Hutan (PBPH) PT. Sekato Pratama Makmur Blok Hampar di kabupaten bengkalis dan
Memberikan solusi terkait penyelesaian konflik pada PT. Sekato Pratama Makmur Blok Hampar.
Metode yang digunakan adalah pemetaan dan pengambilan sampel dilapangan. Luas kelas tidak
potensial konflik pada PT. Sekato Pratama Makmur Blok Hampar adalah 12.484,7 Ha (53,92%),
sedangkan kelas potensi konflik potensial seluas 7.725,5 Ha (33,37%), serta kelas potensi konflik
sangat potensial seluas 2.944,2 Ha (12,72%) dan Program kemitraan kehutanan merupakan
pemecahan masalah yang diberikan untuk menawarkan keuntungan antara kedua belah pihak.