Industri perkayuan belum serius menangani limbah serpihan kayu yang semakin banyak,
terutama di industri pengolahan kayu yang dikelolah oleh masyarakat. Limbah kayu dari
industri penggergajian kayu terdiri dari: sebetan kayu, potongan dan serbuk gergaji kayu. Rata
rata hasil limbah industri penggergajian kayu belum banyak dimanfaatkan. Limbah kayu dapat
dimanfaatkan menjadi beberapa produk yang memberikan nilai ekonomis. Limbah kayu dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk pirolisis asap cair. Hasil asap cair
dari penelitian ini berasal dari limbah industri kayu penggergajian jenis kayu akasia dan mahang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik produk asap cair limbah kayu akasia
dan mahang. Metode yang digunakan dengan eksperimen laboratorium dengan proses pirolisis
dan destilasi. Analisis karakteristik pada asap cair yaitu menghitung rendemen, pH, berat jenis,
dan analisis senyawa kimia. Rendemen asap cair kayu akasia yaitu 24,3 % kayu mahang 28,7 %.
Nilai pH kayu akasia proses pirolisis 2,5, mahang 2,4 dan proses destilasi kayu akasia 2,3,
mahang 2,3. Berat jenis kayu akasia proses pirolisis 1,0578 g/ml, mahang 1,0584 g/ml dan
proses destilasi kayu akasia 1,0459 g/ml, mahang 1,0408 g/ml. Senyawa dominan yang
ditemukan pada penelitian ini merupakan senyawa phenol, senyawa fenol tersebut sangat
berperan dalam penghambatan pertumbuhan mikroba. Senyawa phenol juga bekerja secara
sinergis dengan asam dan karbonil sebagai anti mikroba sehingga bisa menghambat peruraian
dan pembusukan pada produk yang di asap.