Pemilihan alat berat yang akan digunakan merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek, apabila pemilihan alat berat tidak tepat pastinya dalam pembangunan akan ada masalah yang timbul. Permasalahan dalam proyek ini adalah terjadinya keterlambatan dalam pelaksanaan proyek di lapangan sesuai laporan mingguan 17 Maret 2023 yang seharusnya mencapai 29,64% hanya mencapai 20,29% dengan keterlambatan sebesar 9,34%. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis produktivitas pemakaian alat berat. Penelitian dilakukan dengan metode pengamatan langsung dilapangan. Analisis yang dilakukan yaitu dengan membandingakan jumlah equipment existing yang ada dilapangan dangan analisis yang dilakukan, dimana perhitungan produktivitas masing-masing alat berat yang digunakan, dengan menentukan waktu siklus alat, penentuan faktor koreksi alat, produksi per jam, produksi per hari, besarnya harga sewa alat per jam, besarnya biaya dan waktu yang dibutuhkan selama alat bekerja dan penentuan komposisi alat berat yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penambahan alat dump truck sebanyak 24 unit menjadi 31 unit maka pekerjaan menjadi lebih efektif dengan penyelesaian pekerjaan selama 36 hari kerja dan biaya lebih ekonomis, biaya saat normal adalah sebesar Rp 4.335.744.192,00. Setelah dilakukan perhitungan dengan penambahan alat berat, biaya berkurang menjadi Rp 3.569.556.672,00 dengan deviasi biaya sebesar Rp 766.187.520,00 lebih rendah dari kondisi di lapangan.