Pabrik tahu dan tempe merupakan Industri yang memproses bahan baku guna dijadikan bermacam-macam bentuk dan model produk, baik yang masih berupa produk setengah jadi ataupun produk jadi. Kebanyakan pabrik tahu di pekanbaru hanya tempat pembuatan tahu saja terpisah dengah tempat pengolahan tahu menjadi makanan siap saji seperti resto dan kios. Adapun permasalahan yang diangkat adalah dari segi sirkulasi dan ruang gerak yang sempit, susunan ruang kerja yang tidak teratur, dan bagaimana menghubungkan fungsi – fungsi bangunan tersebut agar saling terhubung satu fungsi ke fungsi yang lain. Tujuan utama dari perancangan ini adalah menghasilkan suatu rancangan arsitektur berupa desain bangunan yang menggabungkan beberapa fungsi bangunan yaitu pabrik, resto, dan kios menjadi satu masa bangunan dan menciptaan ruang kerja yang fungsional dan efesien agar dapat mewadahi segala kebutuhan saat proses kegiatan industri berjalan. Metode yang digunakan dalam proses perancangan ini adalah dengan melakukan observasi lapangan, yaitu dengan meninjau langsung kondisi pabrik tahu, pabrik tempe, dan resto yang ada, dan mengumpulkan data melaui proses wawancara terhadap narasumber terkait. selain itu, juga dilakukan studi literatur dan studi banding yang berhubungan dengan faktor tema arsitektur, bangunan industrial, dan besaran ruang gerak manusia. Dari hasil analisis tersebut maka tema yang tepat untuk penyelesaian desain ini adalah menggunakan pendekatan arsitektur industrial. Arsitektur industrial merupakan gaya dalam mendesain bangunan dengan memanfaatkan kontruksi bangunan yang memiliki fungsi utamanya melayani dan mewadahi segala sesuatu yang dibutuhkan saat kegiatan industri sedang berjalan. Arsitektur industrial merupakan pendekatan perancangan arsitektur dalam menghasilkan ruang kerja yang fungsional untuk memenuhi kebutuhan industri serta penggunaan material industrial yang menjadikan bangunan lebih efektif dan efesien. Hasil laporan berupa konsep perancangan sebuah pusat pengolahan kacang kedelai mulai dari proses pembuatan tahu dan tempe hingga menjadi makasan siap saji yaitu resto dan kios menjadi satu masa bangunan, mewadahi segala kegiatan industri dan penerapan pada bangunan ini menjadi pedoman untuk perancangan pusat pengolahan kacang kedelai di kota Pekanbaru.