Semua agregat memiliki pori, porositas agregat akan berbeda antara satu daerah dengan
daerah lainnya. Perbedaan ini dapat dilihat dari hasil penyerapan agregat terhadap air.
Agregat yang banyak digunakan untuk campuran AC-WC pada proyek pekerjaan jalan
skala kecil yang ada di Riau adalah agregat dari quarry Koto Kampar, Ujung Batu, dan
Pasir Pengaraian. Porositas agregat yang berbeda akan menghasilkan parameter
Marshall yang berbeda pula. Salah satu parameter Marshall adalah rongga dalam
campuran atau Void In Mix (VIM). Nilai VIM dalam campuran perkerasan
menggambarkan kinerja dari perkerasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh porositas agregat terhadap rongga dalam campuran beraspal
panas. Metode yang dilakukan adalah pengujian kadar pori agregat kasar dan halus,
serta pengujian marshal. Nilai penyerapan air agregat Pasir Pangaraian adalah 0,635%,
Ujung Batu 1,080%, dan Kota Kampar 1,125%. Dari pengujian Marshall didapat nilai
VIM untuk agregat Pasir Pangaraian 4,16%, Ujung Batu 4,36%, dan Koto Kampar
4,80%. Kesimpulannya semakin kecil nilai penyerapan air agregat maka nilai VIM nya
juga akan semakin kecil.
Kata Kunci : Agregat, Kadar Pori, Marshall, Nilai VIM