Pengembangan wisata alam merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan potensi ekonomi sumber daya
alam yang ada di dalam kawasan wisata alam untuk kepariwisataan, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip
pelestarian sumber daya alam tersebut. Pada dasarnya, pengembangan kepariwisataan di suatu tempat dimaksud
untuk dapat meningkatkan keuntungan ekonomi. Salah satu destinasi wisata yang saat ini menarik untuk dikunjungi
adalah Taman Wisata Alam Gunung Marapi. Taman Wisata Alam Gunung Marapi ini berada di Desa Batu Palano
Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat dengan koordinat 00°22’48’’S dan
100°28’27’’BT dengan luas 8.009,74 ha yang sebelumnya kawasan ini berfungsi sebagai Kawasan Suaka Alam
(KSA)/Kawasan Pelestarian Alam (KPA). Penelitian ini dilakukan di objek Taman Wisata Alam (TWA) Gunung
Marapi Desa Batu Palano Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam. Penelitian ini dimulai pada bulan November
sampai Desember 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada pihak berwenang dan
memberikan kuesioner kepada 100 responden yang berkunjung ke Taman Wisata Alam Gunung Marapi, dengan
menganalisis data secara kualitatif deskriptif dan metode skala likert. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
diperoleh kesimpulan persepsi pengunjung terhadap objek Taman Wisata Alam Gunung Marapi tergolong dalam
kategori baik dengan skor interval 120,16. Pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Marapi
secara umum sudah dilaksanakan tapi masih kurang dari segi evaluasi perhatian pemerintah terhadap sekotr
pariwisata terutama Taman Wisata Alam Gunung Marapi, dan kurangnya kerjasama antara pemerintah dan pihak
pengelola sehingga Taman Wisata Alam Gunung Marapi belum terkelola dengan maksimal