Filler dalam campuran aspal adalah untuk mengisi ruang antar butiran agregat
meningkatkan kekuatan campuran dan meningkatkan kinerja pekerasan. Filler
yang digunakan adalah semen portland atau abu batu, karena mengandung kimia
(karbon) dan memiliki keterbatasan material yang diambil dari alam. Namun untuk
mengantisipasi dampak lingkungan, maka digunakan alternatif bahan penganti
filler dengan memanfaatkan limbah dari tumbuhan kayu seperti lignin. Tujuan
penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh variasi lignin sebagai pengganti
filler terhadap nilai durabilitas campuran AC-WC. Metode penelitian studi
eksperimental di laboratorium berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018
revisi 2, (2020). KAO laboratorium sebesar 5,87%, pembuatan benda uji dengan
variasi kadar substitusi filler lignin sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap
berat filler dibuat untuk perendaman waterbath 30 menit dan 24 jam dengan suhu
60°C untuk mendapatkan nilai stabilitas. Hasil perhitungan nilai durabilitas yang
memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, 2020 pada variasi 25%
dan 50% filler lignin dengan nilai persyaratan sebesar ≥ 90% dan berdasarkan
Analysis of Variance (ANOVA) satu arah bahwa variasi kadar filler lignin
mempengaruhi nilai durabilitas pada campuran AC-WC. Kesimpulan pada
penelitian ini yaitu variasi kadar filler lignin berpengaruh pada nilai durabilitas pada
campuran AC-WC.