Sistem proteksi pada transformator di pembangkit tenaga listrik sangat
dibutuhkan untuk mengamankan transformator daya dari gangguan, seperti hubung
singkat antar phasa dan gangguan ke tanah salah satu sistem proteksi adalah rele
differensial, rele ini digunakan untuk mengamankan transformator saat terjadi short
circuit atau hubung singkat antar phasa dan gangguan ke tanah. Jika setting rele
differensial tidak sesuai standar IEC 60044-1 maka akan mengakibatkan kegagalan
fungsi pada tegangan skunder yang tidak bisa dijaga konstan pada saat terjadi
variasi tengangan primer, hal inilah yang terjadi pada transformator unit 1 di PLTA
Koto Panjang. Penulis melakukan analisis setting rele differensial transformator
untuk meminimalisir gangguan dan menentukan kelayakan dari setting rele
differensial pada transformator di PLTA Koto Panjang. Langkah awal dalam
penelitian ini adalah dengan mencari data-data yang berkaitan dengan penelitian,
data ini diambil di PLTA Koto Panjang, kemudian mencari referensi yang
berbentuk jurnal yang sesuai dengan judul penelitian ini. Setelah semua data yang
diinginkan terkumpul baru dilakukan perhitungan matematis. Dari perhitungan
yang sudah dilakukan didapat nilai rasio CT1 pada kondisi eksisting 3000:5 dan
CT2 300:5, dari hasil perhitungan didapat arus setting rele differensial sebesar 1,16
A. Pasa kondisi resetting nilai rasio CT1 4000:5 A dan CT2 450:5 A, pemilihan
rasio CT ini disesuaikan dengan spesifikasi yang ada di pasaran. Dari perhitungan
didapat arus setting relai differensial sebesar 1,13 A. Pada arus gangguan hubung
singkat 3 phasa sebesar 3127,08 A diperoleh nilai arus differensial sebesar 2,69 A,
karena arus setting relai differensial 1,13 A lebih kecil dari arus differensial maka
relai differensial bekerja dan menginstruksikan PMT untuk trip.