Untuk meningkatkan kualitas tegangan yang diharapkan pada ujung saluran
yaitu dengan memakai metode Upratting Conductor. Tujuan dari Upratting
conductor ini ialah dapat meminimalisir terjadinya drop tegangan dan juga rugirugi daya yang ditimbulkan, dengan simulasi DIgSILENT PowerFactory. Sebelum
upratting conductor (AAAC 150 mm2
), hasil ukur tegangan pada ujung saluran
yaitu sebesar 16,775 kV (17,60%) atau terjadi susut tegangan sebesar 3,608 kV dari
tegangan kirim dan rugi-rugi yang dihasilkan yaitu sebesar 401.221,76 kW. Saat
Upratting conductor ke kawat AAAC-S 240 mm2
, tegangan ujung hasil simulasi
pada ujung saluran menjadi 17,564 kV (14,32%) atau susut tegangannya menjadi
2.936 kV dari tegangan sumber. Saat Upratting conductor AAAC-S 300 mm2
,
tegangan ujung saluran semakin baik, menjadi 18748 kV (8,5%) atau susut
tegangannya menjadi 1,752 kV dari tegangan sumber. Dan rugi-rugi berkurang
menjadi 287,777 kW dengan kerugian ekonomis yang dialami pertahunnya sebesar
Rp3.641.944.576,76 dengan modal investasinya dapat dikembalikan dalam kurun
waktu 1,74 Tahun (1 tahun 9 bulan).