Penulis menemukan beberapa gejala yaitu Fasilitas yang ada saat ini di RTH
Kacang Mayang belum sesuai Standar yang dibuat oleh pemerintah seperti jalur
angkutan umum yang belum memiliki kalur angkut dan ruang evaluasi bencana, dan
Belum tercukupi pemenuhan ruang terbuka hijau sebesar 30% dihitung dari luas
wilayah Kota Pekanbaru, sebagaimana yang kita ketahui luas Kota Pekanbaru yaitu
63.226 Ha.
Adapun tujuan dari penelitian Manajemen Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
(RTH) Kota Pekanbaru yaitu Untuk mengetahui dan menganalisis Manajemen
Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pekanbaru dan Untuk mengetahui
dan menganalisis faktor penghambat Manajemen Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
(RTH) Kota Pekanbaru. Teori yang penulis gunakan di skripsi ini Menurut George R.
Terry dalam Donni dkk (2015:36), fungsi dari suatu manajemen meliputi yaitu
Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling.
Hasil Penelitian mengenai Manajemen Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
(RTH) Kota Pekanbaru dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pengelolaannya sudah
berjalan tetapi masih belum maksimal dikarenakan masih dijumpai beberapa
hambatan yaitu masih lambatnya koordinasi dengan Dinas-Dinas terkait dengan
RTH, dan kurangnya tenaga manusia untuk mengelola RTH terutama dalam
pengawasan pertamanan. Saran yang penulis berikan untuk menjadi harapan besar
adalah Hendaknya Pengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pekanbaru membuat
jadwal pertemuan bulanan dengan Dinas yang terkait untuk membahas masalah yang
terjadi di dalam RTH dan Pengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pekanbaru
harus menyiapkan tenaga kerja untuk pengelolaan RTH, dimulai dengan menyiapkan
anggaran untuk tenaga kerja tersebut.