Terung (Solanum melongena L) merupakan salah satu sayuran yang banyak diminati
masyarakat karena rasanya enak dan mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Terung ungu biasa dimanfaatkan sebagai bahan sayuran yang diolah dengan cara ditumis,
digoreng, atau dibakar. Peningkatan konsumsi terong terus berkembang, tetapi jumlahnya
masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen di Riau. Kendala peningkatan produksi
terung adalah tanah yang kurang subur, yaitu PMK.
Upaya peningkatan produktivitas tanah Podzolik Merah Kuning (PMK) menjadi lahan
pertanian harus dilakukan pembenahan, salah satunya dengan pemupukan, baik organik
maupun anorganik. NPK Phonska Plus mengandung unsur hara makro lengkap seperti
Nitrogen (N) 15%, Fosfor (P) 15%, dan Kalium (K) 15%, Sulfur (S) 9% dan mikro yaitu
Zink (Zn) 2000 ppm.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan untuk mendapatkan dosis
NPK Phonska Plus yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Terung
(Solanum melongena L).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan metode Rancangan Acak
Lengkap (RAL) non faktorial, lima perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang
diuji sebagai berikut; N0= tanpa pemberian, N1= 10 g/tanaman, N2= 20
g/tanaman, N3= 30 g/tanaman dan N4= 40 g/tanaman. Parameter yang diamati adalah tinggi
tanaman, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, dan berat buah pertanaman.
Hasil penelitan menunjukkan pemberian NPK Phonska Plus berpengaruh nyata
terhadap seluruh parameter pengamatan, dan perlakuan terbaik didapat pada 30 g/tanaman.