Hutan mangrove merupakan salah satu tipe hutan hujan tropik yang hidup
di daerah pesisir yakni tumbuh di sepanjang garis pantai perairan tropik dan
subtropik yang masih terkena pasang surut air laut. Ekosistem mangrove dapat
dimanfaatkan tanpa merusak ekosistemnya dengan kegiatan berupa ekowisata.
Pemanfaatan hutan mangrove sebagai tempat wisata merupakan suatu bentuk
alternatif yang dapat dilakukan di wilayah pesisir. Adanya kawasan wisata alam
atau ekowisata dapat memberikan manfaat ekonomis bagi pengelola dan
masyarakat sekitar tanpa adanya kerusakan ekosistem mangrove. Selain itu
ekowisata pada ekosistem mangrove merupakan salah satu upaya yang dapat
dilakukan dalam rangka konservasi lingkunganPenelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Persepsi Masyarakat pada kegiatan pengembangan objek wisata hutan
mangrove Desa Pangkalan Nyirih dan kendala dalam pengembangan objek wisata
hutan mangrove. Penelitian ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan mulai Maret
sampai Mei 2024. Lokasi penelitian di Hutan Mangrove Desa Pangkalan Nyirih
sebagai tempat mendapatkan informasi penelitian. Responden dalam penelitian ini
sebanyak 30 orang yaitu masyarakat Dusun II Desa Pangkalan Nyirih Kecamatan
Rupat. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kategori pengelolaan
objek wisata hutan mangrove memiliki skor sangat baik dengan rata-rata
persentase 85,5% yang tertinggi dikarenakan masyarakat tahu hutan mangrove
sangat bermanfaat bagi pengembangan objek wisata dan menjaga kelestarian
ekosistem hutan mangrove merupakan hal yang sangat vital bagi masyarakat.
Dalam pengembangan objek wisata hutan mangrove tidak terlepas dari kendala
yang menghambat usaha pengembangannya yaitu fasilitas umum seperti akses
jalan, parkir kendaraan juga sarana dan prasarana objek wisata.