Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen
dan leverage rasio terhadap keputusan investasi pada perusahaan properti yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Kebijakan dividen
diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR), yang dalam sampel penelitian
ini memiliki rata-rata sebesar 7,96%. Leverage rasio diukur menggunakan
Debt to Equity Ratio (DER) dengan rata-rata 0,79, yang menunjukkan
ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan utang. Sementara itu,
keputusan investasi diukur menggunakan rasio Capital Expenditure to Total
Assets (CAPEX/TA), dengan rata-rata sebesar 7,96%.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Sampel dipilih secara purposive
sampling sebanyak enam perusahaan properti yang memiliki data lengkap
mengenai kebijakan dividen, leverage, dan keputusan investasi. Data sekunder
diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan serta situs resmi Bursa Efek
Indonesia. Variabel independen yang digunakan adalah kebijakan dividen
(Dividend Payout Ratio) dan leverage (Debt to Equity Ratio), sedangkan
keputusan investasi diukur melalui Capital Expenditure to Total Assets
(CAPEX/TA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh
negatif terhadap keputusan investasi, sedangkan leverage rasio berpengaruh
positif signifikan terhadap keputusan investasi perusahaan properti. Secara
simultan, kebijakan dividen dan leverage rasio berpengaruh signifikan terhadap
keputusan investasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan perlu
mempertimbangkan keseimbangan antara pembagian laba dan struktur
pembiayaan agar dapat mengoptimalkan strategi investasi mereka.