Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Non
Performing Financing (NPF), Total Assets Growth (TAG), Capital Adequacy Ratio
(CAR), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap
Return on Assets (ROA) pada perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2019–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel
dengan model Random Effect Model (REM), serta pengujian menggunakan program
EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel TAG dan CAR
berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap ROA. Sementara itu, NPF tidak berpengaruh signifikan
terhadap ROA. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut berpengaruh
signifikan terhadap ROA dengan nilai koefisien determinasi sebesar 80,72%.
Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan pembiayaan disarankan untuk lebih
memfokuskan upaya pada peningkatan pertumbuhan aset, penguatan kecukupan
modal, serta pengendalian efisiensi operasional guna menjaga profitabilitas yang
berkelanjutan. Selain itu, investor dan pemangku kepentingan diharapkan menjadikan
faktor-faktor tersebut sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas variabel dan periode pengamatan
agar menghasilkan temuan yang lebih komprehensif.