Kemampuan berbicara merupakan komponen penting dalam kemahiran bahasa Inggris, terutama bagi mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris yang diharapkan dapat berkomunikasi secara efektif di lingkungan akademik dan profesional. Namun, banyak pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) mengalami kecemasan berbicara, yang dapat memengaruhi kemauan mereka untuk berpartisipasi dalam komunikasi lisan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi yang signifikan antara kecemasan berbicara dan Kemauan untuk Berkomunikasi (WTC) di kalangan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Desain korelasi kuantitatif digunakan, melibatkan 110 mahasiswa dari semester 1, 3, 5, dan 7 di Universitas Lancang Kuning. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, yang diadaptasi dari Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) dan Willingness to Communicate Scale. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Korelasi Peringkat Spearman melalui SPSS. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan berbicara mahasiswa berada pada tingkat sedang (M = 2.76), dengan kecemasan ujian menunjukkan rata-rata tertinggi di antara dimensinya (M = 2.86). Sementara itu, tingkat kecemasan berbicara (WTC) siswa dikategorikan sebagai sedang hingga relatif tinggi (M = 2.98), dengan motivasi untuk berkomunikasi memperoleh skor rata-rata tertinggi (M= 3.15). Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif yang sangat rendah antara kecemasan berbicara dan WTC (p 0.020), yang tidak signifikan secara statistik (p > 0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan berbicara tidak secara signifikan mempengaruhi kemauan siswa untuk berkomunikasi, mengindikasikan bahwa faktor psikologis atau kontekstual lain mungkin berkontribusi lebih besar terhadap kesiapan berkomunikasi di kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL).