Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan fokus
membaca pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di
SLB Sahabat Ananda Bagansiapiapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah,
guru, operator sekolah, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan,
serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam
meningkatkan fokus membaca anak ADHD melalui empat peran utama, yaitu
sebagai perancang strategi pembelajaran, pengelola kelas, motivator dan pemberi
penguatan, serta fasilitator pembelajaran. Guru menerapkan strategi seperti
modifikasi materi, pembagian tugas menjadi langkah-langkah kecil, penggunaan
media visual dan multisensorik, pembelajaran yang terstruktur dan konsisten,
pengelolaan lingkungan kelas yang kondusif, serta memberikan penguatan positif
secara berkelanjutan. Selain itu guru juga melakukan pendampingan individual,
penilaian berkelanjutan, dan pemberian tugas membaca yang sesuai dengan
kemampuan dan fokus anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan
pembelajaran yang adaptif, individual, dan suportif mampu meningkatkan
perhatian, motivasi, kenyamanan, serta fokus membaca anak ADHD secara
bertahap. Dengan demikian, peran guru yang komprehensif dan kontekstual
menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran membaca bagi anak
ADHD di SLB.