Anak dengan autisme sering mengalami hambatan sensori integrasi, khususnya
pada aspek taktil, yang ditandai dengan perilaku menghindar terhadap rangsangan
sentuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan
tradisional engklek yang dimodifikasi dengan permukaan bertekstur sebagai
intervensi dalam meningkatkan kemampuan sensori integrasi (taktil) pada anak
dengan autisme. Penelitian menggunakan pendekatan SSRdengan desain A–B–A
yang dilaksanakan selama 12 kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui
observasi terhadap kemampuan subjek menginjak permukaan bertekstur dan
mempertahankan kontak kaki dalam durasi tertentu, kemudian dianalisis secara
visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi intervensi (B) dan
baseline (A2) memperoleh nilai sebesar 83,3% dan melebihi batas nilai minimal
70%. Dengan demikian, permainan engklek dengan permukaan bertekstur efektif
dalam meningkatkan kemampuan sensori integrasi (taktil) karena
mengintegrasikan rangsangan taktil dengan aktivitas motorik dan tujuan
permainan secara bermakna.