Anak dengan hambatan perkembangan mengalami kesulitan mempertahankan
perilaku target sehingga diperlukan intervensi terstruktur untuk meningkatkan dan
menstabilkan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas intervensi dalam meningkatkan kestabilan perilaku target pada subjek
penelitian. Penelitian ini menggunakan jenis Single Subject Research (SSR) dengan
desain A–B–A, responden berupa satu anak berkebutuhan khusus, pengumpulan
data dilakukan melalui observasi langsung dan pencatatan skor perilaku, analisis
data menggunakan analisis visual grafik meliputi kecenderungan arah, level, dan
kestabilan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dan kestabilan
perilaku target pada fase intervensi dan tetap bertahan pada fase baseline akhir.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa terapi Applied Behavior Analysis
sebagai bentuk intervensi terstruktur dapat diterapkan secara efektif untuk
meningkatkan dan mempertahankan perilaku fokus kontak mata pada anak dengan
hambatan ADHD di lingkungan terapi maupun pendidikan khusus.