Salah satu keterampilan bahasa yang paling penting untuk dikuasai, terutama dalam bahasa Inggris, adalah kemampuan mendengarkan. Saat ini, media sosial dapat membantu orang menjadi lebih lancar dalam berbahasa Inggris. Ada banyak
platform media sosial yang dapat digunakan sebagai alat untuk belajar keterampilan mendengarkan, termasuk TikTok, Instagram, YouTube, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media sosial scbagai alat untuk belajar keterampilan mendengarkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Sampel yang digunakan terdiri dari 67 mahasiswa pendidikan bahasa Inggris pada semester ke-3 dan ke-5 di Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning pada November 2025. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, yang diolah menggunakan SPSS Versi 25. Hasil menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa diklasifikasikan sebagai sedang (M=3.24). Dalam Kategori ini, ditemukan bahwa media sosial dianggap cukup mudah digunakan, mudah diakses, dan menyediakan konten yang cukup relevan untuk mendukung pembelajaran mendengarkan. Namun, mahasiswa juga menyadari beberapa tantangan, seperti potensi gangguan dan kurangnya fokus pada pembelajoran. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap penggunaan media sosial sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan berada pada tingkat sedang secara keseluruhan.