Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya seorang anak Down
Syndrome kelas V SLB Negeri 1 Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir yang
mengalami hambatan dalam melipat baju kaos oblong secara mandiri. Penelitian
ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan melipat baju kaos oblong melalui
penerapan teknik total task presentation. Metode yang digunakan adalah
penelitian eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR)
menggunakan desain A-B-A dengan satu subjek anak Down Syndrome berinisial
AYA. Kondisi baseline (A1) dilakukan selama 3 pertemuan, intervensi (B) selama
7 pertemuan, dan baseline (A2) selama 3 pertemuan. Data dikumpulkan melalui
observasi langsung dan tes perbuatan menggunakan instrumen tes keterampilan
melipat baju, kemudian dianalisis dengan teknik analisis visual grafik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kemampuan subjek dalam menyelesaikan
langkah-langkah melipat baju kaos oblong pada kondisi baseline (A1) berada
pada persentase 12,5% secara konsisten. Setelah diberikan intervensi, kemampuan
meningkat pada kondisi (B) dengan persentase berturut-turut 40,63%, 50%,
56,25%, 65,63%, hingga mencapai 93,75%. Pada kondisi baseline (A2),
kemampuan subjek tetap tinggi dan stabil pada persentase 96,88%. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik total task presentation efektif dalam
meningkatkan kemampuan melipat baju kaos oblong pada anak Down Syndrome
kelas V di SLB Negeri 1 Bagansiapiapi.