Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kerja pegawai Aparatur
Sipil Negara (ASN) dalam transformasi digital pada Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Kabupaten Siak dengan mempertimbangkan peran kompetensi, sikap, dan
kesiapan implementasi aplikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM) berbantuan software SmartPLS 3.2.9. Populasi penelitian adalah
seluruh pegawai ASN di Dinas PU Kabupaten Siak sebanyak 107 orang, dengan
menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Data dikumpulkan melalui
kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan outer model
dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi tidak
berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai (β = 0,313; p-value =
0,104), tetapi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan implementasi aplikasi
digital (β = 0,398; p-value = 0,000); (2) sikap berpengaruh signifikan terhadap
kesiapan implementasi aplikasi digital (β = 0,579; p-value = 0,000) dan terhadap
efektivitas kerja pegawai (β = 0,379; p-value = 0,004); (3) kesiapan implementasi
aplikasi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai (β
= 0,276; p-value = 0,257); dan (4) kesiapan implementasi aplikasi digital tidak
memediasi secara signifikan pengaruh kompetensi dan sikap terhadap efektivitas
kerja pegawai. Nilai R-Square menunjukkan bahwa 88,7% variasi efektivitas
kerja pegawai dapat dijelaskan oleh model, sementara 91,2% variasi kesiapan
implementasi aplikasi digital dapat dijelaskan oleh kompetensi dan sikap. Temuan
penelitian mengindikasikan bahwa sikap pegawai merupakan faktor paling krusial
dalam mendorong kesiapan implementasi dan efektivitas kerja dalam era
transformasi digital. Meskipun kompetensi digital pegawai tinggi, pengaruhnya
terhadap efektivitas kerja belum optimal tanpa dukungan faktor-faktor lain seperti
sikap positif dan dukungan organisasi berkelanjutan. Rekomendasi penelitian
mencakup: (1) intensifikasi manajemen perubahan yang fokus pada pembentukan
sikap positif pegawai; (2) peningkatan kualitas dukungan teknis dan
pendampingan pasca-implementasi aplikasi digital; (3) integrasi yang lebih baik
antara aplikasi digital dengan proses kerja operasional di lapangan; dan (4)
pengembangan mekanisme feedback dan perbaikan sistem yang responsif.
Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori transformasi
digital dalam konteks birokrasi pemerintahan daerah dan menyediakan basis
empiris bagi formulasi strategi implementasi teknologi digital yang lebih efektif.