Penelitian ini sebenarnya ingin menelusuri bagaimana komunikasi politik yang terkandung dalam cerita naskah drama Panembahan Reso yang di tulis oleh Rendra. Didalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teks konteks dengan menafsirkan teks naskah drama itu sendiri. Dari penelitian yang dilakukan kita dapat melihat komunikasi politik yang berlangsung dari Panembahan Reso yaitu, Suatu dialog komunikasi politik yang sangat keras dan tegas yang disampaikan Raja Tua terhadap keadaan yang ada. Bahwa dia akan menghabisi semua lawan lawan politik, yang tidak sepaham dengannya. Hal ini sangat sesuai dengan dengan zaman kekuasaan rezim Orde Baru, dimana Soeharto berkuasa selama mungkin menggunakan Golkar sebagai mesin politiknya dan militer sebagai alat kekuatannya.
Kata kunci: Komunikasi politik, Naskah Drama Panembahan Reso.