Jurnal Institusi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
As a crucial component in their language development, engaging learning materials should support Indonesian children's ability to express themselves in their native language. Cartoons aid children's language development and comprehension by combining visual and auditory aspects. In the 2025–2026 academic year, the main objective of this study was to analyze the impact of animated media on the competence of fifth- and sixth-grade students learning Indonesian at Umariyah Kindergarten in Padang Lawas Regency. This study used a quantitative method based on a single-group pretest-posttest format with a pre-experimental design. The investigation centered on eleven children. We used the Jamovi plugin to run a Wilcoxon Signed Rank Test on data collected from observations of children's interactions. Compared to their pretest proficiency level of 1.52, students' Indonesian conversational competence on the posttest increased by 3.88 points, reaching 5.40. We can reject H₀ and accept H₁ because the Wilcoxon test obtained a W statistic of 0.00 and an Asymp. Sig. (2-tailed) value <0.001. The Umariyah Kindergarten program in Padang Lawas Regency, Indonesia, has had a significant impact on the language skills of 5- and 6-year-old children, particularly in the field of animated films.
Abstrak
Sebagai komponen penting dalam perkembangan bahasa mereka, materi pembelajaran yang menarik harus mendukung kemampuan anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan diri dalam bahasa ibu mereka. Kartun membantu perkembangan bahasa dan pemahaman anak-anak dengan memadukan aspek visual dan auditori. Pada tahun ajaran 2025–2026, tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak media animasi terhadap kompetensi siswa kelas lima dan enam yang belajar Bahasa Indonesia di TK Umariyah di Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berdasarkan format pretest-posttest satu kelompok dengan desain pra-eksperimental. Investigasi berpusat pada sebelas anak. Kami menggunakan plugin Jamovi untuk menjalankan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon pada data yang dikumpulkan dari pengamatan interaksi anak-anak. Dibandingkan dengan tingkat kemampuan pretest mereka sebesar 1,52, kompetensi percakapan Bahasa Indonesia siswa pada posttest meningkat sebesar 3,88 poin, mencapai 5,40. Kita dapat menolak H₀ dan menerima H₁ karena uji Wilcoxon memperoleh statistik W sebesar 0,00 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001. Program TK Umariyah di Kabupaten Padang Lawas, Indonesia, memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berbahasa anak usia 5 dan 6 tahun, khususnya di bidang film animasi.
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini; Vol. 9 No. 02 (2026): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini; 141-151
Penerbit: Universitas Lancang Kuning