Jurnal Institusi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
Remaja dengan disabilitas intelektual merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai risiko di dunia maya, termasuk eksploitasi dan kekerasan berbasis gender online (KGBO). Keterbatasan dalam memahami risiko dan mengenali situasi berbahaya menyebabkan kelompok ini memerlukan edukasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka. Program psikoedukasi “Dunia Maya, Bahaya Nyata” dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman mengenai privasi diri dan keamanan digital pada seorang remaja perempuan dengan disabilitas intelektual ringan. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan individual yang meliputi observasi, edukasi menggunakan media visual, aktivitas interaktif, dan permainan edukatif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman subjek terkait privasi diri, batasan tubuh, risiko interaksi dengan orang asing di media sosial, dan tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi yang tidak aman. Program ini menunjukkan bahwa penggunaan media visual dan permainan edukatif dapat menjadi strategi yang efektif dalam menyampaikan materi kepada remaja dengan disabilitas intelektual.
BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat; Vol. 6 No. 2 (2026): BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ; 84-93
Penerbit: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning